Yulius Pekei
stktouye@gamil.com/yuliuspekei0312@gmail.com
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Aktualisasi perankepala sekolah SMA Negeri 1 Deiyai dalam membangkitkan dan merangsan Tendik, melengkapi alat perlengkapan sekolah, mengembangkan metode mengajar, melaksanakan kerja sama harmonis guru-guru, mengembangkan mutu pengetahun guru-guru, membina hubungan kerja sama antara Tendik, siswa dan orang tua di SMA Negeri 1 Deiyai Provinsi Papua Tenggah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif tentang Aktualisasi peran Kepala sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Deiyai. Sumber hasil wawancara kepada kepala sekolah, guru, TU bagian Administrasi dan peserta didik dari SMA Negeri 1 Deiyai. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepala SMA N 1 Kabupaten Deiyai Provinsi Papua Tenggah telah mengimplementasikan tugas kepala sekolah sebagai berikut: 1) Membangkitkan dan merangsan Tendik dalam tugasnya masing-masing baik dari kesiapan mengajar hingga tanggung jawab pengelolaan nilai. Mengarahkan serta mengawasi mulai dari perencanaan, proses hingga evaluasi dengan berpedoman kepada aturan yang berlaku. 2) Melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah demi kelancaran proses belajar-mengajar di kelas kepalah sekolah dapat diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan yang menjadi perioritas dan melibatkan guru mata pelajaran untuk membicarakan program pembiayaanya. 3) Mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum baru berpengaru dari kurangnya sosialisai dari dinas terkait, kurannya buku sumber dan kurangnya disiplin dari guru maka kepalah sekolah. 4) Melaksanakan kerja sama harmonis guru-guru mengadakan makan bersama tiga bulan sekali. siswa melakukan lomba masak memasak lomba tarian tradisional berkunjung keluarga yang duka, atau sakit. 5) Mengembangkan mutu pengetahun guru-guru melaksanakan bimtek yang di adakan di Provinsi. Selanjutnya tes PPPK dan Tes Nasioan dilaksanakan di SMA Negeri guru di libatkan menjadi pengawas. selalu memberi contoh atau menjadi teladan, dan memberi reward bagi guru dan siswa yang berprestasi. Kepala sekolah memberikan kesempatan dan dukungan bagi guru dan staf dalam mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan jenjang karier, dan mendukung apapun kegiatan positif yang diinginkan guru dan staf. 6) Membina hubungan kerja sama antara Tendik, siswa dan orang tua kepalah sekolah mengadakan rapat bersama orang tua melalui komite sekolah untuk evaluasi keharmonisan, Guru, sisiwa dan orang tua.
Kata Kunci: Aktualisasi perankepala sekolah, harmonis.
ABSTRACT
The purpose of this study was to analyze the implementation of the duties of the principal of SMA Negeri 1 Deiyai in arousing and stimulating Tendik, completing school equipment, developing teaching methods, carrying out harmonious cooperation between teachers, developing the quality of knowledge of teachers, fostering cooperative relationships between Tendik , students and parents at SMA Negeri 1 Deiyai, Central Papua Province. This study uses a qualitative approach with descriptive methods regarding the implementation of the
duties of school principals at Deiyai 1 Public Senior High School. Sources of interviews with school principals, teachers, TU Administration section and students from SMA Negeri 1 Deiyai. Based on the results of this study, it shows that the principal of SMA N 1 Deiyai Regency, Central Papua Province has implemented the duties of the principal as follows: 1) Generating and stimulating Tendik in their respective duties, from teaching readiness to value management responsibilities. Directing and supervising from planning, process to evaluation based on applicable regulations. 2) Completing school equipment for the smooth running of the teaching-learning process in the school principal’s class can be started by identifying needs that are a priority and involving subject teachers to discuss the funding program. 3) Developing teaching methods that are in accordance with the demands of the new curriculum are influenced by the lack of socialization from related agencies, the lack of resource books and the lack of discipline from teachers, so school heads always hold regular meetings to make teacher discipline more effective. 4) Carry out harmonious cooperation of teachers holding a joint meal every three months. students do cooking competitions traditional dance competitions visiting families who are grieving, or sick. 5) Developing the quality of knowledge of teachers implementing technical guidance held in the Province. Furthermore, PPPK tests and National tests were carried out at state high schools, teachers were involved as supervisors. always set an example or be a role model, and reward teachers and students who excel. Principals provide opportunities and support for teachers and staff in participating in training that can increase career paths, and support whatever positive activities teachers and staff want. 6) Fostering a cooperative relationship between Tendik, students and parents. The head of the school holds a meeting with parents through the school committee to evaluate harmony, teachers, students and parents.
Keywords: Implementation of the principal’s duties, harmonious.
PENDAHULUAN
Proses pendidikan merupakan model pendidikan yang dilakukan secara sadar dan terencana agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan konteks zaman yang dihadapinya. Sebagai langkah strategis, dunia pendidikan harus melakukan rekonstruksi pemikiran menuju pemikiran yang lebih transformatif dan berwawasan global, yakni sebuah pemikiran yang mampu membaca kondisi riil masyarakat global di antaranya peluang dan tantangannya dalam keberlangsungan hidup manusia serta mampu mengambil sikap yang berwawasan masa depan dengan tetap mengawali nilai- nilai humanis dalam pendidikan (Unwanullah Arif, 46-47).
Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta penjelasannya Bab II Pasal 3 bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.
Selanjutnya, prinsip penyelenggaraan pendidikan secara jelas juga telah diuraikan dalam Undang-Undang Sisdiknas tersebut, yaitu tercantum pada pasal 4, bahwa: 1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan pendidikan di sekolah. Berkembangnya budaya sekolah, kerja sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana pembelajaran yang menyenangkan dan perkembangan mutu profesional diantara para guru banyak ditentukan oleh kualitas Manajemen kepala sekolah.
Selanjutnya, prinsip penyelenggaraan pendidikan secara jelas juga telah diuraikan dalam penelitian terdahulu namun ada bedanya pada analisis kajian teori, objek penelitian dan sumber data yakni Taufiq Faja Syahrudi (2014): “Implementasi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pentingnya kedisiplinan guru terlihat pada: Pelaksanaan Kepemimpinan Kepala Madrasah di MAN 2 Tanjung Pura. 1) system manajemen pendidikan. 2) tugas seorang pimpinan tertinggi dalam instansi pendidikan, 3), seluruh system pendidikan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan.
Muhammad Nazhif Asy’ari (2015) : ‘Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Disiplin Guru di Madrasah Al- Washliyah Medan Krio Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang’. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Disiplin Guru terlihat pada: 1) Kepemimpinan kepala Madrasah dalam hal pengambilan keputusan di MTS Al Washliyah Medan krio. 2) kepala Madrasah sebagai pemimpin yang paling tertinggi di Madrasah tersebut dalam pengambilan keputusan selalu melibatkan seluruh komponen – komponen yang ada, seperti guru, komite, staf Madrasah agar kebijakan yang dibuat dapat dijalankan bersama sehingga seluruh system pendidikan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan.
Jamilah H. Ali.SD (2020), Aktualisasi peran Sekolah Sebagai Siupervisor Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru Mata Pelajaran IPA Pada SDN Roja 1 Ende. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Aktualisasi peran Sekolah terlihat pada: 1) Aktualisasi peran sekolah sebagai supervisor pada SDN Roja 1 Ende, 2) Mengetahui proses supervisi dalam peningkatan mutu pembelajaran guru mata pelajaran IPA pada SDN Roja 1 Ende, dan 3) Mengetahui pandangan guru mata pelajaran IPA terhadap proses supervisi pada SDN Roja
1 Ende. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu pendekatan yang mencoba memahami pemaknaan individu dari subjek yang diteliti. Subyek penelitian ini terdiri dari key iforman yaitu kepala sekolah sebagai supervisor dan informan yaitu guru mata pelajaran IPA. Dalam mendapatkan data, penulis menggunakan teknik wawancara, dan pengamatan (observasi).
Lilis Wati, 2019‘ Aktualisasi peran Sekolah Dalam Pelaksanaan Supervisi Administrasi Guru Di SMA N 1 Meureubo Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Aktualisasi peran sekolah dianggap masih belum efektif karena supervisi diwakilkan pada guru senior, kurang tegas dalam melakukan supervise dan tidak membuat aturan yang baku pedoman khusus tentang supervisi. 2) Pelaksanaan supervisi dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu tahun, jenis supervisi yang digunakan ialah supervisi akademik dan supervisi klinis dan tehnik yang digunakan adalah tehnik rapat dengan guru, diskusi, tehnik observasi kelas dan percakapan pribadi dengan guru yang bersangkutan yang dipanggil keruang kepala sekolah. 3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi antara lain alokasi waktu, supervisi sebagai prioritas utama,dan adanya prioritas lain yang difokuskan oleh kepala sekolah yaitu masalah kebersihan lingkungan.
Namun, ada perbedaanya dengan penelitian ini peneliti lebih pada menganalisis pada Aktualisasi perankepala sekolah dalam Membangkitkan dan Merangsan tendik, Melengkapi alat perlengkapan sekolah, mengembangkan metode mengajar, Melaksanakan kerja sama harmonis guru-guru, Mengembangkan mutu pengetahun guru-guru, Membina hubungan kerja sama antara Tendik, siswa dan orang tua. Kesamaan dalam penelitian ini adalahah metode pengumpulan yaitu kepala sekolah sebagai supervisor dan informan yaitu guru mata pelajaran IPA. Dalam mendapatkan data, penulis menggunakan teknik wawancara, dan pengamatan (observasi).
Lilis Wati, 2019‘ Aktualisasi peran Sekolah Dalam Pelaksanaan Supervisi Administrasi Guru Di SMA N 1 Meureubo Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Aktualisasi peran sekolah dianggap masih belum efektif karena supervisi diwakilkan pada guru senior, kurang tegas dalam melakukan supervise dan tidak membuat aturan yang baku pedoman khusus tentang supervisi. 2) Pelaksanaan supervisi dilakukan sebanyak 2 kali dalam satu tahun, jenis supervisi yang digunakan ialah supervisi akademik dan supervisi klinis dan tehnik yang digunakan adalah tehnik rapat dengan guru, diskusi, tehnik observasi kelas dan percakapan pribadi dengan guru yang bersangkutan yang dipanggil keruang kepala sekolah. 3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi antara lain alokasi waktu, supervisi sebagai prioritas utama,dan adanya prioritas lain yang difokuskan oleh kepala sekolah yaitu masalah kebersihan lingkungan.
Namun, ada perbedaanya dengan penelitian ini peneliti lebih pada menganalisis pada Aktualisasi perankepala sekolah dalam Membangkitkan dan Merangsan tendik, Melengkapi alat perlengkapan sekolah, mengembangkan metode mengajar, Melaksanakan kerja sama harmonis guru-guru, Mengembangkan mutu pengetahun guru-guru, Membina hubungan kerja sama antara Tendik, siswa dan orang tua. Kesamaan dalam penelitian ini adalahah metode pengumpulan diperoleh dari sumber data yang satu dapat teruji kebenarannya bila dibandingkan dengan data lain.
Triangulasi ini dimaksud untuk membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dengan menggunakan metode kualitatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, Wakasek, Salpras dan kesiswaan di atas dapat menarik kesimpulan bahwa Kepalah sekolah SMA N 1 Deiyai Membangkitkan dan Merangsan tendik dalam tugasnya masing-masing baik dari kesiapan mengajar hingga tanggung jawab pengelolaan nilai. mengarahkan serta mengawasi mulai dari perencanaan, proses hingga evaluasi dengan berpedoman kepada aturan yang berlaku. mengambil langkah dengan mendisiplinkan diri terlebih dahulu dengan memberi contoh datang ke sekolah tepat waktu walaupun dalm masa pandemi covid 19 dan memberikan contoh yang baik seperti disiplin diri.
Kedua kepalah sekolah SMA N I Melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah demi kelancaran proses belajar-mengajar di kelas dan kepalah sekolah dapat diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan yang menjadi perioritas dan melibatkan guru mata pelajaran untuk membicarakan program pembiayaanya.
Ketiga: Kepala sekolah dan guru-guru untuk mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum baru tetapi berpengaru dari kurangnya sosialisai dari dinas terkait, kurannya buku sumber dan kurangnya disiplin dari guru maka kepalah sekolah selalu melakukan rapat ruting untuk mengefektifkan kedisiplinan guru.
Keempat: Kepala sekolah mengadakan makan bersama tiga bulan sekali. siswa melakukan lomba masak memasak lomba tarian tradisional berkunjung keluarga yang duka, atau sakit.Membuat aturan di mana jika masih ada guru yang kurang disiplin, memberikan sanksi berupa teguran secara persuasip dan kekeluargaan, jika masih didapati guru yang kurang disiplin maka diberikan pembinaan-pembinaan.
Kelima: Sekolah kerja sama dengan sekolah lain kepalah sekolah mengutus guru untuk bimtek di kegiatan yang adakan di kabupaten, Maupun bimtek yang di adakan di Provinsi. Selanjutnya tes PPPK dan Tes nasioan dilaksanakan di SMA negeri 1, guru di libatkan menjadi pengawas. selalu memberi contoh atau menjadi teladan, dan memberi reward bagi guru dan siswa yang berprestasi. Kepala sekolah memberikan kesempatan dan dukungan bagi guru dan staf dalam mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan jenjang karier, dan mendukung apapun kegiatan positif yang diinginkan guru dan staf.
Keenam: Mengadakan rapat ruting dengan guru, selanjutnya kepalah sekolah dalam tiga bulan sekali mengadakan rapat bersama orang tua melalui Komite sekolah untuk evaluasi keharmonisan. Guru yang masih belum harmonis dengan siswa di bina dan arahkan agar tidak jadi masalah yang serius dalam hubungan harmonis antara guru, siswa dan orang tua dengan di undang orang tua dalam rapat dan memberikan kesempatan kepada guru wali untuk di dampingi kepada siswa. Setiap pagi selalu melaksanakan apel pagi.
Pembahasan
Setelah melakukan pengumpulan data dari lapangan penelitian, maka dapat dikemukakan beberapa temuan penelitian. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Matius Sapan, S.Pd. selaku kepala Sekolah bahwa sangat besar yang mempengaruhi keberhasilan lembaga yang dipimpinnya dengan kepemimpinannya beliau diharapkan mampu mengerakan, mengarahkan, memprediksi serta menyikapi proses dan hasil yang nantinya mampu mempengaruhi lembaganya dalam pembentukkan kualitas dan mutu pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Hal yang serupa juga dikatakan oleh Bapak Petrus Tandirerung,S.Pd. selaku Pengampu Mata Pelajarn Matematika menyatakan Kepala sekolah adalah ketua di dalam lembaga pendidikan. Dan dalam diri kepala sekolah harus mempunyai jiwa pemimpin. Pemimpin adalah orang yang dapat memberikan pengaruh, mendorong, mengatur, menggerakkan dan menuntun semua staf semua jajaran dibawah naungannya untuk tetap pada satu tujuan bersama yaitu untuk memajukan sekolah menjadi lebih baik lagi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber Ibu Yusra, S.Pd. selaku Wakil kepala sekolah dan sekaligus guru PPKN Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat di ketahui bahwa walaupun supervisi tidak secara langsung diterapkan oleh kepala sekolah itu sendiri namun dibantu oleh wakil kepala sekolah, tetapi kepala sekolah juga sangat berperan penting dalam proses kegiatan supervisi yang terlaksana dalam hal menindaklanjuti dari kegitan supervisi tersebut serta menangani masalah-masalah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.
Muhammad Nazhif Asy’ari (2015), Aspek-aspek yang menjadi point disiplin guru di Madrasah TSanawiyah Al Washliyah Medan Krio adalah kehadiran, perangkat pembelajaran, Reward and Punishment dan sanksi. Disiplin kerja merupakan salah satu acuan dalam mensukseskan setiap organisasi. Kehadiran merupakan suatu kewajiban dan keharusan yang harus dijalankan oleh guru agar dapat memberikan ilmu kepada peserta didik didalam kelas, serta perangkat pembelajaran yang harus disiapkan oleh guru seperti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang akan membantu guru untuk melaksanakan proses pembelajarannya. Kepala sekolah adalah orang yang memiliki kompetensi (Sudarwan Danim 2007:56). Pemimpin yang membantu para guru mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal dan menciptakn suasana yang hidup sekolah (Ngalim Purwanto, 2008:73).
Lebih lanjut Saydam dalam bukunya M.Kadarisman menjelaskan sebagai berikut: Pengawasan merupakan kegiatan Aktualisasi perandan tanggungjab yang harus di lakukan dengan maksud agar tidak terjadi penyimpangan dalam melaksanakan pekerjaan. Suatu penyimpangan atau kesalahan terjadi atau tidak selama dalam pelaksanaan pekerjaan tergantung pada tingkat kemampuan dan keterampilan para guru dan tenaga kependidikan. Para guru yang selalu mendapat pengarahan atau bimbingan dari atasan, cenderung melakukan kesalahan atau penyimpangan yang lebih sedikit dibandingkan dengan guru yang tidak memperoleh bimbingan.
Aktualisasi perandan tanggunjawab kepala sekolah kepada guru dan pegawai yang dilaksanakan oleh Bapak Matius Sapan, S.Pd. dan Juga Wakil Kurikulum dan Wakil Kesiswaan dalam mengembangkan SMA Negeri 1 Kabupaten Deiyai Pengembangan proses kedisiplinan kerja pegawai terutama pendidik sangat di perhatikan dan di tingkatkan dalam membentuk kepribadian dan mental yang baik agar terwujudnya mutu dan kualitas pendidikan dengan menghasilkan peserta didik yang bermutu. Dengan mempertegas peraturan-peraturan yang diterapkan dan telah di sosialisasikan kepada semua elemen yang ada dalam SMa Negeri 1 Kabupaten Deiya baik itu untuk guru maupun untuk siswa, jadi tidak ada alasan siswa yang bisa menyalahkan gurunya untuk kesalahannya mengenai Tugas dan tanggun jawab kepala sekolah yaitu kehadiran. Dengan adanya peraturan yang dibuat baik itu dari guru maupun untuk siswa mampu membuat tingkat kedisiplinan guru itu sendiri semakin hari semakin meningkat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber Ibu Ilorma Adii, S.Pd. selaku Salpras dan Guru Mata Pelajaran Biologi mengatakan bahwa Aktualisasi perankepala sekolah melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah demi kelancaran proses belajar-mengajar di kelas di SMA Negeri 1 Deiyai kepala sekolah membuat jadwal/waktu pelaksanaan supervisi pada sarana pendidikan, Membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandarisasi dan menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing.
Mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pada fasilitas yang ada di sekolah. Selalu survei terhadap fasilitas yang ada di sekolah baik sarana maupun prasarana secara terus menerus. Selalu pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi-kondisi sarana maupun prasarana secara terus menerus, selalu di ajak kami untuk selalu menjaga seluruh kondisi fasilitas yang ada di sekolah perluh di tingkatkan. proses pendidikan dan pembelajaran dalam suatu lembaga akan menciptakan suasana yang kondusif dan mampu menciptakan kinerja yang tinggi dengan sangat mempengaruhi tingkat afektif anak baik dari perkembangan fisiknya maupun piskis anak didik tersebut dengan ketersediaan alat dan media pembelajaran.
Aktualisasi perandan tanggunjawab kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi untuk melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah demi kelancaran proses belajar-mengajar sehingga kepala sekolah selaku peimpinan sekolah membantu para guru menyumbangkan kesanggupan mereka secara maksimal dan menciptakan Suasana hidup sekolah yang sehat, yang mendorong guru-guru, pegawai- pegawai tata usaha, murid-murid dan orang tua murid untuk mempersatukan kehendak, pikiran dan tindakan dalam kegiatan-kegiatan kerjasama yang efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan sekolah.
Aktualisasi perandan tanggungjab Kepala Sekolah adalah salah satu aturan, kunci dan acuan para pegawai demi melancarkan dan mewujudkan keberhasilan. Setiap individu pasti berbeda- beda tingkat kedisiplinan dan tangun jawabnya namun dalam proses tangunjawab seseorang yang melakukan pekerjaan apapun terutama pendidik harus selalu menjunjung tinggi aturan serta menerapkan peraturan tersebut dengan keikhlasan tanpa ada keterpaksaan karena dengan guru yang disiplin dan penuh tanggunjab akan secara langsung mempengaruhi kedisiplinan peserta didik.
Lilis Wati (2019 skripsi), Kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur dan mengawasi semua sumber daya yang ada di sekolah. Kepala sekolah mempunyai tantangan untuk dapat menjalankan pendidikan di sekolah agar lebih terarah. Berdasarkan hasil empirik Apriyanti Widiansyah. 2018. Sebagai perencana dan pengelola sumber daya, kepala sekolah harus melakukan kegiatan perencanaan dan pegelolaan yang berkaitan dengan menetapkan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah harus mampu merencanakan hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam perencanaan sarana dan prasarana. Pada tahap pengaturan, kepala sekolah merencanakan hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam pengaturan sarana dan prasarana. Pada tahap penggunaan, tidak ada proses perencanaan, hal itu dikarenakan sarana dan prasarana langusng digunakan saja, tidak perlu ada perencanaan. Pada tahap penghapusan, kepala sekolah harus mampu merencanakan barang apa saja yang perlu dihapus dari daftar inventaris.
Kepalah sekolah semakin displin karyawan maka akan semakin tinggi pula tingkat kinerja yang didapatkannya, selain itu tanggungjab belajar juga untuk peserta didik itu sendiri, artinya mampu menciptakan anak didik yang memulai semua pekerjaannya dengan penuh tanggunjab karena diketahui tangunjab tugas memanglah hal yang biasa- biasa saja namun itu sangat menjadi faktor penunjang keberhasilan proses pendidikan itu sendiri dan juga dalam proses pembelajaran karena kunci agar meraih kesuksesan yaitu dengan tanggunjawab pada tugas dan salah satu cara untuk meraih dengan keikhlasan dan kesadaran dari individu itu sendiri.
Berdasarkan realita yang disampaikan oleh Bapak Melkion Mote, S.S. Yang menjadi faktor pendorong dan penghambat Aktualisasi perankepala sekolah dalam melaksanakan dalam setiap kegiatan atau pekerjaan pasti terdapat kesalahan yang memang ada sebab akibatnya baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Dalam Aktualisasi peranbagi kepalah sekolah ketika ada tugas keluar daerah untuk ikut kegiatan di provinsi sedangkan bagi guru yang kurang tanggungjawab tugasnya itu banyak faktor yang melatarbelakanginya seperti, kurangnya kesadarn dari dirinya sendiri, kurang ikhlas dalam melaksanakan pekerjaannya serta kurang terpenuhinya kebutuhan pribadinya.
Kedisiplinan itu sendiri bisa mencapai Menurut pendapat Bapak Matius Sapan, S.Pd. selaku kepala sekolah bahwa dalam mewujudkan Sekolah yang terampil dan berkualitas, menghasilkan peserta didik yang berkualitas, mampu bersaing dari segi apapun yang mempunyai mental yang bersih yang dapat memberikan contoh bagi anak- anak yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah. Mampu bersaing dengan sekolah luar kedisiplinan perlu ditanamkan serta menyesuaikan dengan kurikulum baru. Untuk itu guru dituntut agar selalu disiplin, membentuk sikap dan tanggung jawab yang baik dan positif supaya siswa yang diajarnya mampu mendapatkan contoh yang baik pula, serta guru diharapkan mampu mengenyampingkan urusan bagi guru yang tingkat kedisiplinannya tinggi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: tergerak dari diri individu itu sendiri, pekerjaan yang memang disenanginya sehingga tidak ada keluhan yang tidak bisa di sikapinya, adanya kesadaran akan fungsinya sebagai seorang pendidik dan merasa dirinya jadi tauladan bagi peserta didiknya, tuntutan dari sekolah, serta kebutuhan yang terpenuhi yang tidak mempengaruhi pemikirannya dalam mengajar menjadikan ia termotivasi untuk meraih kinerja yang baik.
Aktualisasi perankepala sekolah dalam melaksanakan kerja sama harmonis guru dan siswa SMA Negeri 1 Deiyai. Berdasarkan wawancara yang disampaikan oleh bapak melianus tekege S.Pt bahwa dengan dilaksanakannya fungsi tugas kepala sekolah yang dilaksanakan oleh pimpinan maka masalah-masalah yang sebenarnya yang ada dari individu itu sendiri yang mengakibatkan mereka tidak disiplin dan tugas seorang pimpinan adalah membuat tindak lanjut dari pelaksanaan dan memberikan sanksi atau reword bagi yang memang berhak mendapatkannya.
Berdasarkan hasil wawancara dari Narasumber yaitu Mariana Adii, S.Pdk, bahwa dengan dan laksanakannya fungsi tugas kepala sekolah yang dilaksanakan oleh pimpinan maka mampu mengetahui mendisplinkan guru dan siswa serta mengetahui masalah-masalah yang sebenarnya yang ada dari individu itu sendiri yang mengakibatkan kami tertip selalu di sekolah tindak lanjut dari pelaksanaan supervisi tersebut dan memberikan sanksi atau reword bagi yang memang berhak mendapatkannya itu membuat kami mejadi aktif. Demikian itu mampu meningkatkan kedisiplinan bagi guru yang kurang disiplin.
Berdasrakan hasil wawancara 04 November 2022 dengan melina Edowai, S.E. selalu disiplin memberitahu, menegur dan mengkomunikasi secara face to face. Kemudian ada diisi rapat-rapat kecil setiap hari senin setelah upacara bendera sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, ada masukan dari bapak ibu guru kepada pimpinan kepala sekolah, begitu juga sama kepala sekolah juga akan memberikan motivasi atau apa-apa yang baik dan yang belum baik, supaya ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi.
Pelaksanaan Aktualisasi perankepala sekolah melaksanakan kerja sama di SMA Negeri 1 Deiyai untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dapat di ukur dari kualitas peserta didik dan juga pendidik, dengan hal itu masyarakat mampu menilai dari lulusan-lulusan yang dihasilkan oleh suatu lembaga tertentu yang menjadikan sekolah mampu diminati semua orang dan memberikan nilai-nilai yang positif. Jika lulusan-lulusan yang dihasilkan mendapatkan penilaian yang positif dari masyarakat maka pujian tersebut tidak terlepas dari seorang guru yang memberikan didikan dan pengajaran yang baik kepada peserta didik tersebut. Seorang pendidik memiliki tingkat kinerja yang baik itu tidak terlepas dari campur tangan oleh kepala sekolah yang membimbing, mengarahkan serta mengawasi setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pendidik.
Aktualisasi perankepala sekolah dalam mengembangkan mutu pengetahuan guru-guru di SMA Negeri 1 Deiyai. Berdasarkan hasil wawancara dengan nara sumber bapak Melkion Mote, S.S. selaku Guru Bidang Studi Pelajaran Agama Katolik dan WKS bagian kesiswaan ada beberapa factor mengembangkan mutu pengetahuan guru Berdasarkan realita yang disampaikan oleh Bapak Melkion Mote, S.S. di atas dapat disimpulkan bahwa solusi itu datangnya dari diri kita sendiri dari keikhlasan masing- masing individu itu sendiri dan juga motivasi dari atasan berupa aturan yang harus ditaati oleh setiap individu dan salah satu yang mengharuskan seorang pendidik itu untuk disiplin dan pemberian kewenangan tugas kepada guru sebagai seorang figur yang dapat dicontoh oleh peserta didik. Pemimpin mampu membangkitkan semangat para staffnya agar kedisiplinan itu sendiri bisa mencapai.
Menurut pendapat Bapak Matius Sapan, S.Pd. selaku kepala sekolah di Sekolah ini beliau juga berpendapat bahwa dalam mewujudkan Sekolah yang terampil dan berkualitas, menghasilkan peserta didik yang berkualitas, mampu bersaing dari segi apapun yang mempunyai mental yang bersih yang dapat memberikan contoh bagi anak- anak yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah serta mampu bersaing dengan sekolah luar kedisiplinan perlu ditanamkan serta menyesuaikan dengan kurikulum baru, dan kegiatan kegiatan bimtek terlaksana dengan baik.
Berdasrakan hasil wawancara 04 November 2022 dengan melina Edowai, S.E. selaku Guru mata Pelajaran menyatakan bahwa kalau ada guru yang misalnya tidak disiplin atau ada masalah itu pasti kepala sekolah akan memberitahu, menegur dan mengkomunikasi secara face to face. Kemudian ada diisi rapat-rapat kecil setiap hari senin setelah upacara bendera sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, ada masukan dari bapak ibu guru kepada pimpinan kepala sekolah, begitu juga sama kepala sekolah juga akan memberikan motivasi atau apa-apa yang baik dan yang belum baik, supaya ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi.
Pelaksanaan Aktualisasi perankepala sekolah dalam mengembangkan mutu pengetahuan guru-guru di SMA Negeri 1 Deiyai pasti menemukan hambatan baik itu dari dalam diri guru itu sendiri ataupun faktor lain, tetapi sebagai kepala sekolah yang selalu menimplementasikan tugas dan tanggungjab sebuah instansi pastinya punya trik dan langkah-langkah yang diambil oleh kepala sekolah dalam mengembangkan mutu guru-guru yang tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya dengan cara menegur secara lisan, menegur secara tulisan dan jika masih membandal maka diambil tindakan dengan mengajukan surat pemutasian ke atasan untuk yang PNS dan pemecatan untuk guru Non PNS.
Rahmi (2013), Kemampuan kepala sekolah yang dimaksud yang berhubungan dengan pengetahuan dan pemahaman mereka manajemen dan kepemimpinan, serta beban tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Karena tidak jarang kegagalan pendidikan dan pengajaran disekolah disebabkan oleh kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap tugas yang harus dilaksanakan. 1 Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus mampu mengerakan potensi personal sekolah, meliputi kegiatan pengembangan staf dan guru, melaksanakan program evaluasi terhadap guru dan staf. Sebagai supervisor kepala sekolah mempunyai tugas memberikan bantuan teknis profesional pada guru-guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pengajar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal. Dalam menjalankan tugas sebagai supervisor, kepala sekolah dapat memilih pendekatan yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi guru. Supervisi tidak didefinisikan secara sempit sebagai satu cara terbaik untuk diterapkan disegala situasi melainkan perlu memperhatikan kemampuan individu.
Aktualisasi perankepala sekolah dalam membina hubungan kerja sama antara pendidik, kependidikan, siswa dan orang tua di SMA Negeri 1 Deiyai. Berdasarkan hasil wawancara dari Narasumber yaitu bapak Melianus Tekege S.Pt. Selaku TU administrasi yang menegaskan bahwa berdasarkan pandangan yang disampaikan oleh bapak melianus tekege S.Pt. di atas bahwa dengan dilaksanakannya fungsi tugas dan tanggungjawab kepala sekolah mensupervisi tersebut pengawasan yang dilaksanakan oleh pimpinan maka pengimplementasian supervisi mampu mengetahui tingkat kedisiplinan guru tersebut serta mengetahui masalah-masalah yang sebenarnya yang ada dari individu itu sendiri yang mengakibatkan mereka tidak disiplin dan tugas seorang pimpinan adalah membuat tindak lanjut dari pelaksanaan supervisi tersebut dan memberikan sanksi atau reword bagi yang memang berhak mendapatkannya. Demikian itu mampu meningkatkan kedisiplinan bagi guru yang kurang disiplin.
Sejalan dengan itu Bapak Matius Sapan, S.Pd. selaku Kepala Sekolah juga sepakat beliau mengatakan supervisi untuk membina hubungan kerja sama antara pendidik, kependidikan, siswa dan orang tua. Dengan adanya supervisi mampu meningkatkan hubungan kerja sama para karyawan yang tadinya guru tidak berhati-hati dalam pekerjaannya. jadi berhati-hati dan juga dari segi kehadirannya juga jadi perhatian guru . Sala satu hal yang sederhana yang kurang diperhatikan dari kerja sama itu sendiri adalah kehadiran dan kekompakan sambil mengontrol pimpinan atau kepala sekolah.
Selanjutnya, hasil wawancara dari Narasumber yaitu ibu yusra S,Pd Selaku Bagian Kurikulum menjelaskan bahwa tugas untuk membina hubungan kerja sama antara pendidik, kependidikan, siswa dan orang tua. Dengan adanya supervisi mampu meningkatkan hubungan kerja sama para karyawan yang tadinya guru tidak berhati-hati dalam pekerjaannya jadi berhati-hati dan juga dari segi kehadirannya juga jadi perhatian guru karena salah satu hal yang sederhana yang kurang diperhatikan dari kerja sama itu sendiri adalah kehadiran dan kekompakan sambil mengontrol pimpinan atau kepala sekolah.
Berdasarkan hasil wawancara dari Narasumber Anton Badi siswa kelas X IPA 1 menyatakan bahwa kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya senantiasa mengedepankan rasa persaudaraan, kekeluargaan dan membangun mitra kerja mulai dari Komite, Wali Murid, Setakeholders, Tokoh Masyarakat. Untuk membangun kerjasama tidak memandang bawahan sebagai alat saja untuk mencapai tujuan, tetapi lebih memandang bahwa bawahan juga manusia yang harus dikembangkan secara baik untuk bersamasama mencapai tujuan visi dan misi bersama. Tidak memandang bawahan sebagai pekerja.
Selanjtnya dari hasil wawancara diatas, terlihat bahwa kepala sekolah dalam melaksanakan kepemimpinannya, kepala sekolah terbuka dan menganggap bawahan sebagai mitra kerja, mendaya-gunakan saran dan menghargai semua ide- ide dari para siswa, serta membeikan keteladanan untuk kebaikan sekolah yang peneliti laksanakan, bahwa kepala sekolah yang memiliki wibawa tinggi, beliau merupakan sosok kepala sekolah yang dihormati, disegani dan pantas untuk dijadikan tauladan bagi anggotanya dan lebih kusus dari siswa.
Aktualisasi peran kepala sekolah dalam membina hubungan kerja sama antara pendidik, kependidikan, siswa dan orang tua di SMA Negeri 1 Deiyai terlihat bahwa kepala sekolah dalam melaksanakan kepemimpinannya, kepala sekolah terbuka dan menganggap bawahan sebagai mitra kerja, mendaya-gunakan saran dan menghargai semua ide- ide dari para siswa, serta membeikan keteladanan untuk kebaikan sekolah yang peneliti laksanakan, bahwa kepala sekolah yang memiliki wibawa tinggi, beliau merupakan sosok kepala sekolah yang dihormati, disegani dan pantas untuk dijadikan tauladan bagi anggotanya dan lebih kusus dari siswa. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan sala satu wawancara siswa kelas tiga di atas ini.
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, kesiswaan dan tata usaha bagian Administrasi dan siswa di atas dapat disimpulkan bahwa mengadakan rapat ruting dengan guru, selanjutnya kepalah sekolah dalam tiga bulan sekali mengadakan rapat bersama orang tua melalui Komite sekolah untuk evaluasi keharmonisan. Guru yang masih belum harmonis dengan siswa di bina dan arahkan agar tidak jadi masalah yang serius dalam hubungan harmonis antara guru, siswa dan orang tua dengan di undang orang tua dalam rapat dan memberikan kesempatan kepada guru wali untuk di dampingi kepada siswa. Setiap pagi selalu melaksanakan apel pagi.
KESIMPULAN
Kepala SMA N I Deiyai telah mengimplementasikan tugas kepala sekolah dalam membangkitkan dan merangsan Tendik dalam tugasnya masing-masing baik dari kesiapan mengajar hingga tanggung jawab pengelolaan nilai. Mengarahkan serta mengawasi mulai dari perencanaan, proses hingga evaluasi dengan berpedoman pada aturan yang berlaku di SMA N1 Deiyai. melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah demi kelancaran proses belajar-mengajar di kelas kepalah sekolah dapat diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan yang menjadi perioritas dan melibatkan guru mata pelajaran untuk membicarakan program pembiayaanya.
Mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum baru namun ada kendala dari kurangnya sosialisai dari dinas terkait, kurannya buku sumber dan kurangnya disiplin dari guru maka kepalah sekolah selalu melakukan rapat ruting untuk mengefektifkan kedisiplinan guru. Melaksanakan kerja sama harmonis guru-guru mengadakan makan bersama tiga bulan sekali. siswa melakukan lomba masak memasak lomba tarian tradisional berkunjung keluarga yang duka, atau sakit.
Mengembangkan mutu pengetahun guru-guru melaksanakan bimtek yang di adakan di
Provinsi. Selanjutnya tes PPPK dan Tes nasioan dilaksanakan di SMA negeri 1 Deiyai guru di libatkan menjadi pengawas. selalu memberi contoh atau menjadi teladan, dan memberi reward bagi guru dan siswa yang berprestasi. Kepala sekolah memberikan kesempatan dan dukungan bagi guru dan staf dalam mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan jenjang karier, dan mendukung apapun kegiatan positif yang diinginkan guru dan staf. Membina hubungan kerja sama antara Tendik, siswa dan orang tua kepalah sekolah mengadakan rapat bersama orang tua melalui komite sekolah untuk evaluasi keharmonisan, Guru, sisiwa dan orangtua.
DAFTAR PUSTAKA
Al Arifin Akhmad Hidayatullah. (2012). Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praksis Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Pembangunan Pendidikan:https://doi.org.100.21831/jppf a.v1i1.1052.
Anam, Ahmad Muzakkil (2016). Penanaman Nilai-nilai Multikultural di Perguruan Tinggi: studi kasus di Universitas Islam Malang (Masters thesis, Universitas Islam Negeri Malik Maulana Ibrahim. Diakses dari http://etheses.uin malang.ac.id/4076/
Ali Sudin, 2021 ‘Implementasi Supervisi Akademik Terhadap Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Se Kabupaten Sumedang’.
Ahmad Muflih Akbar Romadlon ‘2020’ ‘ Implementasi Supervisi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalitas Kinerja Guru di SD IT Alam Zaid.
Asy’ari Muhammad Nazhif (2015) : ‘Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Disiplin Guru di Madrasah Al- Washliyah Medan Krio Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang’.
Ali Jamilah H., S.Pd.SD (2020), Aktualisasi peran Sekolah Sebagai Siupervisor Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru Mata Pelajaran IPA Pada SDN Roja 1 Ende.
Baidhawy Zakiyuddin.2028. Pendidikan Agama
Berwawasan Multikultural. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Balai Litbang Agama Jakarta. Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Multi- kulturalisme.
Jakarta: Saadah Cipta Mandiri.
Djaliel, Maman Abdul. 2010. Etika Manajemen Islam. Bandung: Pustaka Setia. Djamiko, Yayat Hayati. 2008. Perilaku Organisasi. Badung: Alfabeta. http://eprints.ung.ac.id.
Damyke Selviyana Safitri, Titi Prihatin1 ‘Implementasi Peran
Fansyukri Hanifah Indra /2016 ‘Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Oleh Kepalah Sekolah Terhadap Guru di SMA Pembangunan.
fitria Yani maisul yanimaisulfitria05@gmail.com ‘Permasalahan Dalam Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Terkait Sumber Daya Guru di Sekolah’.
Islahudin NIM. 1423402096 ‘Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah Madrasah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Madrasa Aliah Negeri 2 Tanjung Pura Kabupaten Langkat.
Karwati Euis dan Riansa Donni Junni. 2016. Kinerja dan Profesionalisme Kepala Sekolah Membangun Sekolah yang Bermutu. Bandung: Alfabeta.
Katsir, Ibnu. 2012. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta: Gema Insani. Kompri. 2015.
Manajemen Pendidikan – Jilid I. Badung: Alfabeta.
Mulyana Rohmat. 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta. Mulyasa. 2013. Manajemen dan Kepemimimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. Ngalim Purwanto,2010. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Nellitawati Nellitawati, (2013) ‘Jurnal Pedagogik Kontribusi Pengawasan Kepala Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Guru SMA Negeri Di Kecamatan Koto Tangah Padang’.
Nazir Nadin. 1989.Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Jakarta: IKIP
Pidarta, M. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Purwanto, M. N. 2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja, Rosdakarya.
Made Pidarta,. 2009. Supevisi Pendidikan Kontekstual, Jakarta : Rineka Cipta.
Piet .a sahertian, 2008. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan : dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, . Jakarta : Rineka Cipta,
Piet A. Sahertian,. 2008. Konsep Dasar dan Tehnik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Mengembangkan SDM, Jakarta : Rineka Cipta ,.
Rumanama Labiru NIM : 190401061, Supervisi Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Pada SMA N Maluku Tenggah Dikecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah.
Syaiful Sagala. 2013. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta.
Sholihah Faridhatus .2016. Implementasi Pendidikan Islam Multikultural Dalam Sikap Toleransi Beragama Siswa di Sekolah Menegah Pertama Mardi Sunu Surabaya (Skripsi, Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya). Diakses dari http://digilib.uinsby.ac.id/0606/.
Syahrudi Taufiq Faja (2014): “Implementasi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.
Silalahi Urber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refaika Aditama.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suhardan Dadang, dkk. 2014. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Safrudin dan Basyiruddin, U. 2008. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Press.
Sagala, S. 2007. Manajemen Strategic dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sarwito. 1988. Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia,.
Suspandi Rustana Adiwinata. 1992. Materi Pokok Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Depdikbud dan UT,.
Thoha Mifta. 2010. ManajemenDalam Manajemen. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Usman, M. U. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya.
Wahab Abdul Aziz. 2011. Anatomi Organisasi dan ManajemenPendidikan (Telaah Terhadap Organisasi dan Pengelolaan Organisasi Pendidikan). Bandung: Alfabeta.
Wati Lilis, 2019‘ Aktualisasi peran Sekolah Dalam Pelaksanaan Supervisi Administrasi Guru
Di SMA N 1 Meureubo Aceh Barat.
Tim Dosen. 1989. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Jakarta: IKIP. Administrasi Pendidikan IKIP Jakarta
Zaril Gapari Muhamad STIT Palapa Nusantara zagap205@yahoo.co.id ‘Pelaksanaan Tekni Supervisi Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Di SMPN 2 Jerowaru.
Zarkowi Suzoeh,. 1989 / 1990. Pedoman Pengelolaan Madrasah Tsanawiyah, Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Islam, Departemen A